Antusias Peserta Workshop Relawan dan Bencana

WORKSHOP RELAWAN DAN BENCANA–Siap Siaga Relawan Bencana

Surabaya (21/01/2017) Dompet Dhuafa Jawa Timur mengadakan acara Workshop Relawan dan Bencana bersama pembicara dari Badan SAR Nasional Kantor SAR Surabaya serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya sebagai pemateri. Tema Relawan dan bencana merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan tatkala terjadi suatu bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Dalam kondisi terjadi bencana kehadiran relawan dibutuhkan mengingat dampak bencana yang ditimbulkan. Relawan bisa berpartisipasi dalam hal penyaluran bantuan (relief), melaksanakan assessment juga menjadi evakuator. Relawan juga bisa membantu petugas dalam pengadaan tempat hunian sementara, pengadaan air bersih hingga mendirikan rumah sakit lapangan dan sekolah darurat jika diperlukan, membantu melakukan pelayanan kesehatan keliling, serta kegiatan lainnya. Pasca bencana, relawan dapat membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi. Selanjutnya, tidak kalah penting untuk melakukan pendampingan sosial untuk menyembuhkan trauma (trauma healing) terutama pada anak-anak.

Pentingnya siaga terhadap suatu bencana disampaikan oleh Bapak Johan S. dari BASARNAS sebagai pembuka materi. Bahkan, ketika berada di aula workshop saat itu para peserta harus tahu denah lokasi, pintu keluar, maupun jalur evakuasi jika terjadi suatu bencana terjadi. Hal ini menghindari terjadinya panik yang dapat menambah jumlah korban jiwa. Sebagai salah satu contoh, Pak Johan menjelaskan bagaimana negara Jepang benar-benar menyiapkan warganya dari usia belia hingga lansia untuk menghadapi bencana. Jepang sendiri adalah negara yang sangat rawan terjadi bencana terutama gempa dan tsunami. “Persiapan menghadapi bencana sudah dibagikan kepada seluruh warga yang berkunjung ke Jepang bahkan sejak pertama kali memasuki bandara” pungkasnya.

Menjadi pembicara kedua, Bapak Achmad Rozuly dari PMI Kota Surabaya menjelaskan mengenai kerelawanan pada saat terjadi bencana. Pengalamannya terjun dalam beberapa bencana mulai Tsunami Aceh 2004, Gempa DIY 2006, serta Erupsi Merapi 2012 membuatnya paham kondisi pada saat bencana terjadi. Ada beberapa jenis relawan saat terjadi bencana, mulai relawan profesional (dokter, perawat), sampai dengan relawan yang cuman nanya-nanya di lokasi bencana. Bapak Rozuli menambahkan jika saat terjadi bencana relawan sendiri juga harus memikirkan kondisinya juga keahliannya. Penting juga relawan menunjukkan kartu identitas dari lembaga mana. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak memiliki persepsi yang buruk kepada relawan.

Materi ditutup dengan presentasi oleh Bapak Muhammad Hasanudin dari Dompet Dhuafa Jawa Timur yang banyak menjelaskan mengenai hakikat relawan serta perannya dalam suatu bencana. Peran relawan pada Lembaga Dompet Dhuafa sangat penting baik dalam suatu keadaan tanggap darurat bencana, hingga aktivitas kemanusiaan yang lain. Relawan Dompet Dhuafa (Dompet Dhuafa Volunteer) sendiri hingga saat ini tercatat berjumlah 5000 orang. Cara mendaftar menjadi relawan Dompet Dhuafa sangat mudah, hanya perlu mengunjungi situs Dompet Dhuafa Volunteer di https://volunteer.dompetdhuafa.org dan mendaftar. Setelah ketiga pembicara memberikan materi, acara workshop dikahiri dengan deklarasi Relawan Muda Dompet Dhuafa Jawa Timur dengan membubuhkan tanda tangan pada kertas deklarasi. (DDJatim)

Share This Post: