Dua Dusun di Pangandaran Terputus, DMC-DD Bangun Jembatan Sementara

PANGANDARAN (KBK) – Banjir bandang di Pangandaran bulan lalu, membuat akses untuk dua dusun terputus, karena jembatan penghubung hanyut diterjang banjir.

Dusun yang terputus itu adalah Dusun Sindang Kasih dan Dusun Cihandiwung. Jembatan satu-satunya di Desa Sukahurip, Dusun Cihandiwung, Blok Sindang Kasih Rt 1 / Rw 4 Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kini hanya tinggal pondasinya.

Sebelum banjir melanda, dua dusun ini dihubungkan jembatan permanen. Agaknya banjir besar telah menghancurkan kepermanenan jembatan ini, kini masyarakat yang beraktivitas terpaksa menyeberangi sungai dengan jalan kaki sepanjang 25 meter melawan arus liar sungai tersebut.

Terutama anak-anak sekolah antar dusun, mereka harus berjuang melewati arus sungai ini setiap pagi ketika berangkat dan sore ketika pulang ke rumah dari sekolah.

Untuk membantu masyarakat untuk menghubungkan dua dusun ini, Tim Respon Bencana Banjir Bandang Pangandaran dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mengajak warga membangun jembatan swadaya.

“Jembatan ini baru bersifat sementara, menunggu bantuan pemerintah yang permanen. Yang penting masyarakat yang hendak menyeberangi dua dusun ini, tidak lagi nyebur ke sungai dan melawan arus untuk menyeberang,” ungkap Koordinator Respon DMC di Pangandaran Ahmad Yamin kepada KBK, Selasa (25/10/2016).

Pembangunan jembatan sementara ini, kata Yamin, diperkirakan akan selesai 5 hari ke depan.

Share This Post: