Kolaborasi dengan Psikolog, Dompet Dhuafa Pulihkan Psikologis Anak - Anak Korban Gempa Lombok

"Rumah saya hancur semuanya. Tidak bisa ditinggali bersama keluarga kembali. Saya pun belum bisa ke sekolah. Tapi saya senang keluarga semuanya selamat disini. Di pengungsian kita bersama-sama dan saya bisa tetap bermain juga belajar dengan kakak-kakak dan teman-teman", ujar Ria salah satu anak di pengungsian korban Gempa Lombok, Desa Sajang, Sembalun.

Wajahnya masih menyiratkan kesedihan. Sesekali tersenyum sambil menahan air mata. Ada perasaan tak ingin lagi mengingat kejadian gempa yang tiba-tiba datang dan meluluh lantahkan rumah juga kampungnya tersebut. Berharap tidak ada luka dan trauma yang membekas pada Ria serta anak-anak korban lainnya.

Alhamdulillah, Dompet Dhuafa bersama  para pakar psikolog hadir di tengah anak-anak korban gempa dengan membawa keceriaan tersendiri. Sejak Kamis, 31 Juli 2018, screening para korban dilakukan, lalu memisahkan antara korban dewasa dan anak-anak untuk mengetahui kebutuhan korban masing-masing.

Para psikolog yang menjadi relawan, melakukan pemulihan psikologis anak  dengan berbagai cara menarik yang membuat mereka gembira dan semangat seperti bernyanyi, bermain games, dongeng ceria dan membagikan makanan kecil pada mereka.

Pemulihan psikologis merupakan upaya untuk mengurangi tingkat trauma pada korban. Semoga anak-anak korban gempa di pengungsian ini, tetap semangat menatap kembali hari kedepan, dimulai dari keceriaanya di Ruang Ramah Anak yang didirikan Dompet Dhuafa ini.

Share This Post: