Suratmi dan Luriknya yang Mendunia

Saya senang sekali saat tahu hasil produk saya bisa digunakan oleh seorang Fashion Designer ternama di Indonesia. Waktu dikabarkan bahwa kain lurik ini dipakai model dan ada di Fashion Show diJakarta, saya merasa bangga bisa ikut bagian melestarikan budaya tenun Indonesia.

Awalnya saya memproduksi kain tenun hanya sendirian. Waktu itu, produksi saya juga belum banyak dan belum ada banyak pesanan. Tetapi, setelah itu Dompet Dhuafa hadir dan mensupport usaha ini dengan program pemberdayaan dan pendampingan.

Banyak juga akhirnya ibu-ibu yang ikut dalam usaha tenun ini karena ada alat tenun yang Dompet Dhuafa berikan. Alhamdulillah usaha tenun saya semenjak itu semakin meningkat karena tambahan tenaga dan kuantitas produksi.

Alhamdulillah, akhir-akhir ini kami juga diminta produksi 900 meter kain lurik dari Jakarta yang akan dipasarkan juga ke luar negeri. Semoga dari sini membuka pintu rezeki untuk yang lain.

Sekarang saya punya mimpi untuk terus mengembangkan usaha ini agar dapat bermanfaat untuk orang banyak, seperti yang Dompet Dhuafa lakukan pada saya. Saya ingin membuka lahan pekerjaan dan mengajarkan banyak orang untuk menenun. Sekarang masih hanya 5 orang, mudah-mudahan kedepan semakin banyak lagi ibu-ibu yang berdaya dan bisa membantu ekonomi keluarganya.

"Terimakasih Dompet Dhuafa. Terimakasih para donatur atas kebaikan dan kepedulian nya, membantu kami untuk terus mandiri." Ibu Suratmi, Penenun Kain Lurik dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa dan kelompok PERSEPSI (Desa Tlingsing, Kec. Cawas, Kab. Klaten)

Kain lurik Ibu Suratmi dan Ibu-Ibu dari Desa Tlingsing telah didesign oleh designer Indonesia, Philip Iswardono dan ditampilkan dalam fashion show di acara Muslim Fashion Festival Jakarta 2018.

Share This Post: