Pedagang Tangguh Miwon Deklarasikan Bakso Mereka Bebas Boraks dan Formalin

SURABAYA -- Sebanyak 20 penerima manfaat program Pedagang Tangguh Miwon mengikuti pelatihan keamanan pangan serta pengemasan (11/04/2018) dengan pemateri dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Asosiasi UMKM Kota Surabaya.

Pada sesi yang pertama, Tim dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang diwakili oleh Bapak Mukhlas dan Ibu Devi memberikan materi mengenai higienitas makanan serta bahan-bahan yang diijinkan dan dilarang untuk ditambahkan ke dalam makanan. Bu Devi juga mengajak para pedagang bakso binaan untuk membagi info yang didapat kepada masyarakat. "Paling sering dijumpai boraks karena banyak yang belum tahu jika berbahaya dan dilarang, mereka biasa mengenal dengan sebutan ragi puli atau bleng, itu semua adalah boraks"

Setelah dzuhur, pelatihan kembali dilanjutkan dengan materi mengenai pengemasan agar produk bakso lebih menarik dan tahan lama. Ibu Lilis, pemateri yang merupakan Ketua Asosiasi UMKM Kota Surabaya juga membawakan contoh wadah yang menarik serta membuat sajian bakso bisa dibawa ke mana-mana dan tahan lebih lama. Pada kekempatan ini Bu Lilis juga menjanjikan kemudahan mengurus PIRT melalui Asosiasi UMKM secara gratis.

Sebelum diakhiri, para peserta lebih dahulu mendeklarasikan bakso mereka bebas boraks dan formalin, dan sebagai buktinya, sampel dari bakso mereka telah diuji di laboratorium pengujian bahan pangan.

Para penerima manfaat program Pedagang Tangguh Miwon diharapkan mampu menjadi pelopor pedagang bakso bebas formalin dan boraks dan menularkannya kepada pedagang bakso lainnya. (Ari/DDJatim)

Share This Post: