Muhammad Alfian dan Keluarganya Tidak Mendapat Akses Kesehatan dan Sosial karena Tinggal di Tanah Il

Adalah Muhammad Alfian (8th) yang tiap hari hanya menghabiskan waktu di gendongan nenek atau diatas kasurnya. Tanpa kursi roda, neneknya harus menggendongnya kemanapun ia pergi. Ketika beraktivitas, neneknya menidurkan Al terlebih dahulu di kasur.

Al, begitu ia biasa dipanggil saat ini tinggal indekos berukuran 3x3 m2 di kawasan padat pendatang di wilayah Ambengan Selatan, tepatnya di atas tanah milik PT. KAI. Pada saat kelahiran hingga usia 7 bulan, Al tumbuh normal seperti anak bayi lainnya. Berawal ketika demam tinggi, orang tuanya tidak segera membawanya ke dokter ataupun klinik karena tidak ada biaya. Hingga akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dengan kondisi panas mencapai 47 derajat Celcius. Saat itu dokter sudah memberitahukan jika mereka telat membawa Al ke rumah sakit dan kemungkinan Al akan mengalami lumpuh dan tidak bisa tumbuh layaknya Anak normal

Sehari-hari, Ibu Al yang sudah bercerai dengan Ayahnya bekerja di kedai bakso dengan pendapatan yang minim dan ganjinya pun harus dibagi untuk biaya hidup bersama nenek dan tante Al. Terpaksa, Ibunya hanya bisa membelikannya susu untuk tambahan nutrisi ketika ada uang lebih. Karena tidak memiliki identitas sebagai Warga Surabaya dan menempati tanah yang tidak legal, maka Al tidak mendapatkan akses kesehatan gratis.

Dompet Dhuafa hadir untuk advokasi agar Al dapat memperoleh akses kesehatan serta memperoleh nutrisi yang baik. Selain itu, kursi roda juga begitu dibutuhkan untuk membantu aktivitas Al. Kami juga mengajak masyarakat untuk membantu meringankan beban Al dan keluarganya.

Bantu Al & Keluarganya:
BNI Syariah 7777.444.556
Bank Mandiri 142 000 733 3445
BCA 064 070 2222
a.n Yayasan Dompet Dhuafa
*tambahkan Rp. 27 sebagai kode donasi

Konfirmasi & Info:
WhatsApp 081 515 555 222 | Telp. (031) 502 3290

Share This Post: