Saatnya Pedagang Tangguh Miwon Belajar Pencatatan Keuangan

Empat bulan sudah program pemberdayaan pedagang bakso Pedagang Tangguh berlangsung. Saatnya para penerima manfaat menerima pelatihan tahap 1 yang digelar Kamis, 18 Januari 2018.

Acara bertajuk "Pelatihan Kewirausahaan" ini diharapkan menambah keterampilan para pedagang bakso dalam mengelola-mencatat keuangan usaha mereka. Pagi itu, Ibu Fatimah serta Ibu Lilis dari Pengurus Daerah Asosiasi UMKM Jawa Timur berkesempatan mengisi materi tersebut. Merasa perlu, para pedagang bakso dengan antusias menyimak bagaimana menghitung keuntungan hasil penjualan mereka serta berapa banyak yang harus mereka jual agar tidak rugi.

Tim program juga turut mengundang Ust. Misbahul Huda yang juga seorang pengusaha dan praktisi kuliner. Dalam motivasinya, Ust. Misbah, panggilan beliau menuturkan bahwa kunci sukses dalam berusaha ada tiga, yaitu "giving" (sedekah), "saving" (menabung), serta "simplicity" (sederhana).

Para pedagang tangguh juga bercerita dan berkeluh kesah selama berdagang bakso. Pak Thoyib misalnya, ia bercerita bahwa telah berdagang bakso selama 42 tahun berdagang bakso tetapi merasa tidak banyak berubah kesejahteraannya. Padahal, dia berujar selalu memberikan kualitas yang terbaik pada baksonya dengan harga yang miring pada pelanggannya.

Menaggapi Pak Thoyib tersebut, para pemateri memberikan saran agar Pak Thoyib menaikkan sedikit harga baksonya atau mengurangi ukuran baksonya agar mendapatkan keuntungan. "Kalau begitu terus namanya kerja bakti pak," tutur Ibu Fatimah.

Pak Thoyib dan pedagang bakso lainnya berharap agar program ini dapat bedampak banyak bagi kesejahteraan mereka, terlebih lagi lingkungan mereka. (Program/DDJatim)

Share This Post: