Punya Air Serasa Punya Uang

"Alhamdulillah ya ALLAH, matur suwun ora perlu ngangsu rong kilo (dua kilometer)", reaksi bu Jumiah salah satu warga Dusun Tawang, Desa Tlogoaji, Kec. Sumberjo, Bojonegoro saat memperoleh bantuan air bersih Program Air untuk kehidupan dari Dompet Dhuafa Jawa Timur. Kekeringan yg dimulai sejak bulan Juli lalu hingga bulan September ini mengakibatkan semua sumur warga kering. Bagi mereka, punya air seperti memilki uang atau barang berharga karena sangat bernilai saat ini.

Menurut Kabayan (perangkat desa) setempat ada sekitar 400 KK sumurnya kering, meskipun hujan telah mengguyur, namun sumur-sumur warga masih kering kerontang.

Hal sama juga dirasakan oleh warga Dsn. Jatisari Ds. Pejok Kec. Kepohbaru, Bojonegoro. Untuk memperoleh air bersih, warga harus menempuh jarak sejauh 3 km. meskipun jarak yang cukup juah ditempuh, air yang bisa dibawa tidak banyak. 1 KK setiap harinya dibatasi hanya boleh membawa 2 jerigen air saja (kapasitas jerigen = 20 liter). Pembatasan ini diberlakukan karena warga yang mengantri banyak dan pasokan air terbatas.

Tim respon kekeringan Dompet Dhuafa jawa Timur; Bojonegoro, 28 September 2017

Share This Post: